Umat Islam hendaknya membaca buku ini dengan pikiran terbuka, hati yang bening dan sikap mawas diri. Pada awalnya, pikiran kita mungkin tidak sepenuhnya bisa menerima hasil penelitian di dua kota: Jakarta dan Yogyakarta, ini sebagai sebuah kebenaran ilmiah (baca: kebenaran berdasarkan metode dan prinsip pengambilan kesimpulan yang logis). Mindset kita sebagai umat Islam yang merasa Islam itu sebetulnya satu akan sulit menerima hasil studi yang secara gamblang ‘menelanjangi” diri saudara-saudara kita yang selama ini kita anggap hebat, berilmu, dan berjuang demi kemaslahatan ummat. Tetapi, sekali lagi, dalam membaca buku ini kita mesti semaksimal mungkin mendayagunakan akal pikiran untuk bersikap kritis dan berikhtiar menemukan kebenaran, seraya tidak pernah putus asa mohon hidayah Allah SWT agar kita tidak tersesat.

2. Studi ini berhasil menelanjangi kedok Wahabi, Ikhwanul Muslimin, dan HTI. Buku ini memasukkan pengikut mazhab Wahabi itu sebagai Islam Garis Keras. Islam Garis Keras dibagi dua: level Individual dan organisasional. Ada beberapa indikator “garis keras” yang dicantumkan buku INI, antara lain, memutlakkan pemahaman sendiri dalam agama, tidak toleran terhadap pandangan yang berbeda, mendesak atau mendukung pemerintah untuk melarang pihak lain yang memiliki pandangan berbeda, membenarkan aksi kekerasan terhadap mereka yang berbeda pandangan itu, menolak Pancasila sebagai dasar negara, sampai ujung-ujungnya mendirikan negara Islam (khilafah Islamiyah). Sikap “garis keras” itu bisa mereka tampakkan bisa pula mereka sembunyikan (tergantung sikon).

3. Pengikut Wahabi di Indonesia merupakan representasi Islam Garis Keras itu. Dalam buku INI dijelaskan bagaimana pengikut Wahabi menjalankan aksi-aksi yang secara umum sungguh menggerigisi. Studi ini menemukan bukti-bukti signifikan langkah-langkah pengikut Wahabi yang melakukan infiltrasi ke organisasi Muhammadiyah dan NU. Mereka pelan-pelan tapi pasti bermaksud mengubah wajah Islam moderat Muhammadiyah dan NU menjadi Islam Garis Keras. Atas temuan itu, tokoh-tokoh moderat Muhammadiyah dan NU mulai melakukan aksi pembentengan terhadap infiltrasi itu, dan menyerukan anggota2 mereka agar meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan Islam Garis Keras tersebut. Dalam bahasa yang dulu sempat populer, ummat disadarkan pada BAHAYA LATEN WAHABI.

4. Kewaspadaan akan Bahaya Laten Wahabi perlu ditingkatkan karena mereka melakukan infiltrasi ke berbagai segi kehidupan, terutama segi-segi yang sangat strategis. Mereka masuk lewat politik, sosial (pendidikan) dan tentu saja keagamaan. Strategi dan sistem mereka dalam melakukan infiltrasi sungguh nggerigisi, dan hasilnya sungguh dahsyat: ada anak SMP yang berani mengkafirkan ibunya hanya karena si ibu tidak mau memakai jilbab. Seluruh upaya infiltrasi itu didanai oleh Kerajaan Arab Saudi, negara yang berdiri atas dasar mazhab Wahabi.

5. Dengan membaca buku ini, kita jadi lebih mudah memahami fenomena politik Indonesia belakangan ini. Ketika Presiden SBY tidak memilih HNW sebagai cawapres, dan HNW dengan setengah gusar menuding ada pihak yang memasukkan dirinya sebagai pengikut Wahabi. Waktu itu, saya merasa aneh, mengapa takut disebut Wahabi? Setelah membaca buku ini, saya jadi mafhum, ternyata Wahabi itu memang nggerigisi, dan seluruh ummat Islam Moderat tipikal Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan terhadap BAHAYA LATEN WAHABI.

Buku ini, hemat saya, sangat inspiratif. Buku ini selayaknya dijadikan buku pelajaran di seluruh sekolah mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi. Anak-anak dan generasi muda kita perlu mengetahui BAHAYA LATEN WAHABI itu, namun mesti tetap memberi kebebasan mereka untuk memilih. Wahabi tidak memberi pilihan itu, tetapi Islam moderat mesti tetap memberikan kebebasan memilih dan mengakui perbedaan. Saya kira, kebebasan memilih tafsir agama dan mengakui perbedaan tafsir itu sebagai rahmat (ikhtilafu ummati rahmah, sabda Sang Nabi SAW) merupakan landasan utama dalam perilaku beragama kaum moderat. Sebab, TUHAN pun, memberikan kebebasan itu: TAK ADA PAKSAAN DALAM AGAMA!INI NIH LINK BUKU ...ILUSI NEGARA ISLAM http://www.bhinnekatunggalika.org/downloads/ilusi-negara-islam.pdf

About admin

orang biasa berusaha jd tetap biasa..ketenangan jiwa akan selalu ada asal selalu bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s