Pengasuh pondok pesantren Assalafiyah Luwungragi Kabupaten Brebes Jateng memandang Film Perempuan Berkalung Sorban (PBS) penuh muatan wahabiyah dan
mengada-ada. Bahkan Film tersebut sengaja menggiring penonton untuk menjauhkan ulama dari umatnya.

“Dengan menjauhkan diri dari kehidupan pesantren salaf, sama saja menggiring pemirsa untuk tidak patuh pada titah ulama. Padahal ulama itu Warisatul Anbiya,” tukas Kiai Subekhan dalam perbincangan dengan NU Online di rumahnya Kompleks Ponpes Assalafiyah, Jumat Sore

Kalau ulama sudah dijauhi, masih kata Kiai, lalu kepada siapa lagi akan mencari figur sentral? “Terbukti, desa yang ada ulamanya, dijamin aman dan barokah,” tandas Kiai.

Kiai sangat menyayangkan kecerobohan sutradara Hanung Bramantyo yang memandang Pesantren Salaf dan Islam dari sisi kulitnya saja. Sehingga dalam pemaknaan perkawinan dan perempuan digambarkan dengan kerendahan sisi perempuan itu sendiri dengan dalih ‘modernisasi’.

Padahal Islam sangat menjunjung tinggi perempuan dan pengorbanan perempuan tidak senaif yang digambarkan dalam film drama tersebut. “Dengan di poligami, ini seakan-akan Islam hanya melampiaskan nafsu seks belaka. Kiai dipesantren salaf tidak sebodoh itu mempoligami,” gugatnya.

“Yang jelas, Hanung memaknai Al quran sepotong-sepotong,” lanjutnya.

Film yang diadaptasi dari novel karya Abidah Al Khalieqy, menurut Kiai sangat melecehkan Ulama dan Islam. Dia mewakili pesantren salaf mendesak kepada Lembaga Sensor Film untuk mempending film tersebut untuk dikaji ulang.”Kami mendesak Lembaga Sensor Film untuk mem-pending-nya. Kalau bisa ditarik sekalian,” desak Kiai Subekhan.

Kiai yang juga Ahli Tafsir ini membantah kalau kehidupan pesantren penuh dengan penganiayaan sebagaimana digambarkan dalam film PBS. “Tidak ada aniaya dalam pesantren. Yang ada hanya pendidikan yang memberi sekat tegas antara hubungan santriwan dan santriwati demi menjaga martabat perempuan,” tukasnya tegas.

Hanung Bramantyo, lanjut Kyai, diminta untuk bertobat. Pasalnya apa yang telah dilakukan Hanung dengan mengangkat Novel-novel Islami ke dalam sineas seakan
menunjukan kalau dirinya Islami. “Tapi sesungguhnya justru melecehkan Islam akibat dangkalnya Hanung tentang Islam,” kritik Kiai.

Kiai Subekhan berharap, sebelum para ulama marah dan nggrentesi para crew film tersebut, ada baiknya film tersebut ditarik. “Jangan membodohi publik dengan fakta dan data yang cuma mengada-ada,” pungkasnya.
komentar masyarakat:
Iman menulis:
Hanung Bramantyo terlahir dari keluarga berlatar belakang muhammadiyah jadi kalau dia menyerang institusi pesantren merupakan hal yang tidak aneh. Apalagi ketika dikaitkan dengan situasi politik seperti sekarang ini. Oleh sebab itu hendaknya para kyai tidak bersikap reaksioner atas kejadian ini karena akan menguntungkan si pembuat film dimana dagangannya jadi tambah terkenal. Hal yang terpenting adalah bagaimana kyai dan pondok pesantren dapat mengembangkan diri secara lebih baik dan lebih maju hingga umat dapat pencerahan dan kecerdasan tanpa harus meninggalkan tradisi keagamaan yang penuh dengan kearifan. Ayo kita semangat pak kyai dan umat islam (ponpes) tidak usah minder. Anggap saja Hanung dan Filmnya bagai ANJING MENGONGONG KAFILAH BERLALU. Wassalam . Raden Habib menulis:
saya Setuju Pak Kyai .. Kelihatannay orang WAHABIB atau Underbownya berada di balik pembuatan Film PBS .. saya usulkan Sdr Hanung B di HUKUM PANCUNG karena melecehakan ajaran Nabi Muhammada Saw ,melecehkan para pewaris nabi yang mulia .. Hammas menulis:
Ini merupakan Tahap ke-4 bagi Wahabi & underbownya (HTI,FPI,MMI,JT,PKS,IM) dlm menghancurkan NU.Tahap-1 telah dilalui yaitu memisahkan Kiai dgn umatnya,ingat adanya jargon “jangan meng-kultus-kan Kiai”,”jauhi sistem paternalistik”,”sekarang umat tdk bodoh,tdk bisa lagi dibodohi Kiai”,dan pernyataan2 lain.Ini bertujuan umat meninggalkan ulama/Kiai.Tahap ke-2,menyerang amalan2 NU dgn dalih TBC (Takhayul,Bid’ah,Khurafat) dan SKS (Syirik,Kafir,Sesat) serta Sipilis (Sekulerisme,Pluralisme,Liberalisme).Amalan2 NU yg diserang diantaranya Tahlil,Ziarah Kubur,Shalawatan,diba’an,Manaqiban,Mauludan,Haul,tawasul,yasinan.
Tapi alhamulillah atas pertolongan Allah swt. dan kekompakan nahdliyin intrik2 yg akan menghancurkan NU,roboh satu per satu.Tahap ke-3,membenturkan NU dgn generasi mudanya,contoh:mahasiswa NU(kampus umum)yg telah masuk org wahabi dan underbownya dipastikan balik menyerang NU.tahap ke-4 menghancurkan jantung NU yaitu Pesantren.Waspadalah warga NU,bangkit dari tidurmu. hanif menulis:
bagus kyai atas komentarny. Kyai dan pesantrennya jangan khawatir. yang penting belajar terus dan terus. maklum mereka g’ belajar agama yang kompeten akhirnya berabe deh. awas ya orang NU (khususnya) jangan ikut-ikutan. Salam hormat. istain menulis:
mas hanung, sebelum buat film tentang islam atau pesantren itu ya mbok sampeyan itu studi banding dulu ke pesantren. biar ndak seperti ini jadinya. sampeyan itu sebenarnya ngerti islam ndak ya, ngerti dan tahu dunia pesantren ndak sih. ade kurnia menulis:
seharusnya para kiyai memanggil hanung dan ajak diskusi biar dia ngaji. jangan memahami pesantren itu hanya dari katanya dan katanya. pengen tahu sejauh mana pemahaman dia mengenai islam. biar nyahooo
kalo katanya – katanya mah anak kecil juga bisa ….

Ada Hadits2 yg mengatakan bahwa ulama2 itu adalh pewaris nabi, dan ada pula mengatakan seburuk buruk manusia di kolong langit,karena fitnah2nya dan perbuatan2nya yang keras dan kasar.

abdullah menulis:
kalau mau bikin film religi yah harus tau dulu dong ilmu agamanya kalau bodoh dalam hal agama yah ga usah bikin film religi toh,bikin hancur umat aja,indonesia ini akan hancur kalau tidak ada pesantren,keilmuan para santri siap diadu dengan orang2 yg ngaku kaum modernis,apa antum lupa bahwa negara ini merdeka karena perjuangan para ulama dan santrinya,kalau mau berkreasi yah yang bikin umat tentramlah,dikasih azab baru tau rasa
ansori menulis:
film ini hanyalah akan menyudutkan ulama’ dan sangat jauh dari kreatifitas untuk menjadikan film ini sbg pendidikan .narto menulis;wah faham wahabi mulai masuk film hati hati deh,liat aja tuh teroris udah pada ko hampir 100% berfaham wahabi,.

About admin

orang biasa berusaha jd tetap biasa..ketenangan jiwa akan selalu ada asal selalu bersyukur.

One response »

  1. Hilmy fuady mengatakan:

    assalamu ‘alaikum………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s