1. Menurut Al-Quran Di antaranya ayat-ayat Al-
Qur`an yang menganjurkan
bangun di waktu malam dan
beribadah yaitu: Pahala mereka tidak
terhalang. Firman Allah s.w.t. artinya:
“Ahli-ahli Kitab itu tidaklah sama.
Di antaranya ada golongan yang
(telah memeluk Islam dan) tetap
(berpegang kepada agama Allah
yang benar) mereka membaca ayat-ayat Allah (Al-Quran) pada
waktu malam, mereka bersujud
(mengerjakan sembahyang).
Mereka beriman kepada Allah
dan hari akhirat, dan menyuruh
berbuat segala perkara yang baik, dan melarang daripada
segala perkara yang salah
(buruk dan keji), dan mereka
pula segera pada mengerjakan
berbagai-bagai kebajikan.
Mereka (yang demikian sifatnya), adalah dari orang-orang yang
salih.Dan apa saja kebajikan yang
mereka kerjakan, maka sekali-
kali mereka tidak dihalangi
(menerima pahalanya) dan Allah
Maha Mengetahui orang-orang yang bertaqwa (Ali Imran: 113 –
115) Memperoleh kenikmatan
di dalam syurga. Firman Allah s.w.t. artinya:
“Katakanlah (wahai Muhammad):
“Mahukah supaya aku khabarkan
kepada kamu akan yang lebih
baik daripada semuanya itu?
Yaitu bagi orang-orang yang bertaqwa disediakan di sisi Tuhan
mereka beberapa Syurga, yang
mengalir di bawahnya sungai-
sungai, mereka kekal di
dalamnya. Disediakan juga
pasangan-pasangan isteri-isteri yang suci bersih, serta (beroleh
pula) keridhaan dari Allah”. Dan
(ingatlah), Allah sentiasa Melihat
akan hamba-hambaNya.(Iaitu)
orang-orang yang berdoa
dengan berkata: “Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya kami telah
beriman, oleh itu, ampunkanlah
dosa-dosa kami dan peliharalah
kami dari azab neraka”(Dan juga)
orang-orang yang sabar (dalam
menjunjung perintah Allah), dan orang-orang yang benar
(perkataan dan hatinya), dan
orang-orang yang sentiasa taat
(akan perintah Allah), dan orang-
orang yang membelanjakan
hartanya (pada jalan Allah), dan orang-orang yang beristighfar
(memohon ampun) pada waktu
sahur.” (Ali Imran: 15 – 17) Allah mengangkat orang
beribadah di waktu malam
di tempat yang terpuji. Firman Allah s.w.t. artinya:
“Dirikanlah olehmu sembahyang
ketika gelincir matahari hingga
waktu gelap malam, dan
(dirikanlah) sembahyang subuh
sesungguhnya sembahyang subuh itu adalah disaksikan
(keistimewaannya).Dan bangunlah
pada sebagian dari waktu malam
serta kerjakanlah “sembahyang
tahajjud” padanya, sebagai
sembahyang tambahan bagimu semoga Tuhanmu membangkit
dan menempatkanmu – pada hari
akhirat – ditempat yang
terpuji.” (Al Isra: 78-79) Mempunyai sifat
kemuliaan hati dan
menghormati orang lain. Allah s.w.t. berfirman ertinya:
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang
Maha Penyayangitu ialah orang-
orang yang berjalan di atas bumi
dengan rendah hati, dan apabila
orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mereka
mengucapkan kata-kata yang
baikDan orang yang melalui
malam hari dengan bersujud dan
berdiri untuk Tuhan mereka (al-
Furqan: 63-64) Orang yang bangun dan
beribadah di malam hari
tidak menyombongkan
diri. Allah s.w.t. berfirman maksudnya:
“Sesungguhnya yang sebenar-
benar beriman kepada ayat-ayat
keterangan Kami hanyalah
orang-orang yang apabila diberi
peringatan dan pengajaran dengan ayat-ayat itu, mereka
segera merebahkan diri sambil
sujud (menandakan taat patuh),
dan menggerakkan lidah dengan
bertasbih serta memuji Tuhan
mereka, dan mereka pula tidak bersikap sombong takbur.Mereka
merenggangkan diri dari tempat
tidur, (sedikit tidur, karena
mengerjakan sembahyang
tahajjud dan amal-amal salih)
mereka sentiasa berdoa kepada Tuhan mereka dengan perasaan
takut (akan kemurkaanNya)
serta dengan perasaan ingin
memperoleh lagi (keridhaan-Nya)
dan mereka selalu pula
mendermakan sebagian dari apa yang Kami berikan kepada
mereka.Maka tidak ada
seseorang pun yang mengetahui
satu persatu persediaan yang
telah dirahasiakan untuk mereka
(dari segala jenis nikmat) yang amat indah dipandang dan
mengembirakan, sebagai balasan
bagi amal-amal salih yang mereka
telah kerjakan.” (As-Sajadah:
15-17) Memperoleh
keberuntungan dan
mendapat rahmat dari
Allah. Firman Allah s.w.t. artinya:
“(Engkaukah yang lebih baik)
atau orang yang taat
mengerjakan ibadat pada waktu
malam dengan sujud dan berdiri
sambil takutkan (azab) hari akhirat serta mengharapkan
rahmat Tuhannya?” Katakanlah
lagi (kepadanya): “Adakah sama
orang-orang yang mengetahui
dengan orang-orang yang tidak
mengetahui?” Sesungguhnya orang-orang yang dapat
mengambil pelajaran dan
peringatan hanyalah orang-
orang yang berakal
sempurna.” (Az-Zumar: 9) Suka berkorban dan
membantu orang-orang
miskin. Firman Allah s.w.t. artinya:
“Sesungguhnya orang-orang
yang bertaqwa adalah
ditempatkan di dalam beberapa
taman Syurga, dengan mata air-
mata air terpancar padanya. (Keadaan mereka di
sana) senantiasa menerima
nikmat dan rahmat yang
diberikan kepadanya oleh Tuhan
mereka. Sesungguhnya mereka di
dunia dahulu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.Mereka
senantiasa mengambil sedikit
saja: masa dari waktu malam,
untuk mereka tidur.Dan pada
waktu akhir malam (sebelum
fajar) pula, mereka selalu beristighfar kepada Allah
(memohon ampun).Dan pada
harta-harta mereka, (ada pula
bagian yang mereka tentukan
menjadi) hak untuk orang miskin
yang meminta dan orang miskin yang menahan diri (daripada
meminta).” (As-Dzariyat: 15-19) Mempunyai sifat
kesabaran. Firman Allah s.w.t. maksudnya:
“Maka bersabarlah kamu
terhadap apa yang mereka
katakana dan bertasbihlah sambil
memuji Tuhanmu sebelum terbit
matahari dan sebelum terbenam (nya).Dan bertasbihlah kamu
kepada_Nya di malam hari dan
setiap selesai sembahyang (Qaaf:
39-40) Tabah dalam menunggu
ketetapan dari Allah. Firman Allah s.w.t. artinya:
“Dan bersabarlah dalam
menunggu ketetapan Tuhanmu,
maka sesengguhnya kamu
berada dalam penglihatan Kami,
bertasbihlah dengan memuji Tuhanmuketika kamu bangun
berdiri,Dan bertasbihlah kepada-
Nya pada beberapa saat di
malam hari dan di waktu
terbenam bintang-bintang (di
waktu fajar) Ath-Thur: 48-49 Bangun di waktu malam
untuk beribadah lebih
berkesan dan khusyuk. Firman Allah s.w.t. maksudnya:
“Wahai orang yang berselimut!
Bangunlah untuk sembahyang di
malam hari, kecuali sedikit (dari
padanya),Yaitu separuh dari
waktu malam, atau kurangkan sedikit dari separuh itu,Ataupun
lebihkan (sedikit) daripadanya
dan bacalah Al-Quran dengan
“Tartiil”.Sesungguhnya Kami akan
menurunkan kepadamu
perkataan yang beratSesungguhnya bangun di
waktu malam adalah lebih tepat
(untuk Khusyu`) dan bacaan di
waktu itu lebih terkesan (Al-
Muzammil : 1-6) Bersabar dalam menjalan
perintah Allah. Firman Allah s.w.t. artinya:
“Oleh sebab itu bersabarlah
menerima hukum Tuhanmu
(memberi tempo kepada
golongan yang menentangmu),
dan janganlah engkau menurut kehendak orang yang berdosa di
antara mereka, atau orang yang
kufur lagi ingkar.Dan sebutlah
dengan lidah atau dengan hati
akan nama Tuhanmu (di dalam
dan di luar sembahyang), pada waktu pagi dan petang.Dan pada
sebahagian malam sujudlah
kepada Tuhan (dengan
mengerjakan sembahyang), dan
bertasbihlah, pada sebahagian
yang panjang dari waktu malam.” (Al-Insaan: 26) 2. Menurut hadits Rasulullah
s.a.w. Dalam beberapa hadits Rasulullah
banyak menjelaskan betapa
besarnya nilai dan pahala bagi
orang-orang yang suka bangun
di waktu malam kemudian
melaksanakan ibadah kepada Allah. Karena malam adalah
merupakan masa yang tenang
dan damai, jauh dari gangguan
pendengaran, penglihatan dan
pengaruh-pengaruh yang lain.
Sehingga seseorang dapat dengan khusyuk dalam
menyampaikan permintaan atau
hajatnya kepada Allah s.w.t.
Beberapa kelebihan bangun
malam telah diungkapkan dalam
hadits-hadits Rasul yaitu: Allah akan mengabulkan
segala permintaan
hamba-Nya. Sabda Rasulullah s.a.w.
maksudnya:
Daripada Abu Hurairah r.a.
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Pada
setiap malam di sepertiga
terakhir pada bagian malam, Allah turun ke langit dunia, dan
berseru: “Siapa yang memanggil-
Ku, maka Aku pun akan
menyambutnya. Siapa yang
memohon kepada-Ku, Akupun
mengabulkannya. Dan siapa yang memohon ampun, maka Aku pun
mengampuninya.” (HR Bukhari,
Malik, Muslim dan Tarmizi) Menambahkan dekatnya
diri antara hamba dengan
Allah. Sabda Rasulullah s.a.w. artinya:
“Sesungguhnya sedekat-
dekatnya seorang hamba pada
Tuhannya adalah di waktu
tengah malam. Oleh sebab itu,
jika kamu dapat menjadikan dirimu termasuk orang-orang
yang berzikir kepada-Nya, maka
kerjakanlah.” (HR Abu Daud dan
Tarmizi)
Dalam riwayat Muslim disebutkan,
bahawa Allah menangguhkan hingga berakhirnya sepertiga
pertama dari malam. Dan Allah
turun ke langit dunia kemudian
berfirman: “Aku adalah Tuhan,
siapakah yang memanggil-Ku.” Penangkal segala
penyakit yang berasal
dari tubuh. Sabda Rasulullah s.a.w. artinya:
“Hendaklah kamu semua rajin
bangun malam (bertahajjud).
Sebab hal itu telah menjadi
kebiasaan para solihin
sebelummu. Dan yang menyebabkan kamu dekat
dengan Allah. Di samping itu
dosa-dosa kamu dihapuskan-Nya,
sekaligus penangkal segala
penyakit yang berasal dari
tubuh.” (HR Tarmizi) Mendidik jiwa untuk
bersyukur. Sabda Rasulullah s.a.w. artinya:
“Daripada Mughirah bin Syukbah
r.a. ia berkata: “Sesungguhnya
Rasulullah s.a.w. pernah
beribadah di malam hari hingga
kedua kakinya bengkak.” Lalu sahabat bertanya: “Mengapa
engkau lakukan ini wahai
Rasulullah, bukankah dosa-dosa
yang telah lalu dan yang akan
datang telah diampuni oleh Allah
s.w.t.?” Baginda menjawab: “Tidak layakkah jika aku menjadi
seorang hamba yang mensyukuri
nikmat Allah.?” (HR Ima ahli
kecuali Abu Daud) Orang yang sukar bangun
malam untuk tahajjud
bersahabat dengan
syaitan. Sabda Rasulullah s.a.w. artinya:
“Dari Ibnu Mas’ud r.a. ia berkata:
“Pernah diceritakan seorang
sahabat kepada Rasulullah s.a.w.,
bahawa ada seseorang yang
sepanjang malam tertidur nyenyak, tidak pernah bangun
sedikitpun untuk salat. Rasulullah
menjawab: “Telinga orang itu
telah di kencingi oleh
syaitan.” (HR Bukhari, Muslim dan
Nasa’ie) Tahajjud mempunyai
kebaikan yang tinggi. Sabda Rasulullah s.a.w. artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w.
bersabda: “Sebaik-baik salat
setelah salat fardhu iaitu salat
tahajjud.” (HR Muslim) Tidak pelupa dan suka
bersedekah. Salat tahajjud mempunyai
kelebihan menjadikan seseorang
tidak pelupa, suka beribadah dan
suka bersedekah. Sabda
Rasulullah s.a.w. ertinya:
“Daripada Abdullah bin Amr bin Ash r.a. bahawa Rasulullah s.a.w.
pernah bersabda: “Barangsiapa
salat malam dengan membaca
sepuluh ayat al-Quran, maka
tidaklah ia akan dicatat sebagai
orang-orang yang lupa. Barangsiapa yang salat malam
dengan membaca seratus ayat
al-Quran, maka ia dicatat sebagai
kaum Qanitin yaitu orang yang
gemar beribadah. Barangsiapa
yang salat malam dengan membaca seribu ayat al-Quran,
maka dicatat sebagai kaum
muqantirin yaitu orang kaya
yang suka bersedekah.” (HR Abu
Daud)
Demikianlah Rasulullah s.a.w. telah menerangkan betapa penting
dan tingginya pahala bagi orang-
orang yang bangun di waktu
malam, kemudian mengerjakan
salat tahajjud dan berdoa
kepada Allah s.w.t.. Pernah Rasulullah ditanya oleh para
sahabat: “Amalan apakah yang
paling afdal ya Rasulullah?”
Baginda bersabda: “Seafdal-afdal
amalan iaitu berdiri lama dalam
salat malam.” (HR Abu Daud) Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. :
Rasulullah s.a.w. salat malam
sebanyak sepuluh rakaat, di
tambah satu rakaat solat witir
dan dua rakaat salat sunat
fajar, semuanya 13 rakaat (HR. Muslim

About admin

orang biasa berusaha jd tetap biasa..ketenangan jiwa akan selalu ada asal selalu bersyukur.

One response »

  1. joko ariantono mengatakan:

    trimakasih…semoga bermanfaat apa yang perlu saya pelajari untuk dilakukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s