Pernyataan Duta Besar Arab
Saudi untuk Indonesia
Abdurrahman Muhammad Amen
Alkhayat tentang kasus Sumiati
merupakan kasus yang jarang
terjadi dinilai Migrant Care sebagai kebohongan. “Saudi Arabia sungguh
menunjukkan mereka telah
menutup mata terhadap
berbagai macam pelanggaran
yang telah terjadi,” kata
Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, dalam
keterangannya persnya, Jumat
(19/10). Kemarin Duta Besar
Abdurrahman dalam keterangan
persnya mengatakan di antara
sejuta lebih pekerja migran asal
Indonesia di Saudi, kasus Sumiati
merupakan hal yang jarang terjadi. Faktanya, kata Anis,
sepanjang 2010, Migrant CARE
mencatat ada 5.563 pekerja
rumah tangga yang bermasalah
di Saudi. Rinciannya, korban penganiayaan
1097 orang, 3.568 orang sakit
akibat situasi kerja tidak layak,
dan 898 orang korban
kekerasan seksual dan tidak
digaji. Sementara pada 18 November
2010, pada pukul 22.30 Wib,
Migrant CARE mendapatkan
informasi bahwa di Arab Saudi
Arabia, Kikim Komalasari binti Uko
Marta (No Pasport AN 010821), pekerja rumah tangga asal
Cianjur Jawa Barat meninggal
dunia. Kikim meninggal akibat
disiksa, diperkosa dan
jenazahnya dibuang di tempat
sampah umum. Di sisi lain, kekerasan terhadap
Sumiati binti Salam Mustapa (23
tahun) sudah sepuluh hari
terungkap ke publik, tapi hingga
18 November 2010,kepolisian
Saudi belum menahan majikan Tenaga Kerja Wanita asal Nusa
Tenggara Barat ini. Padahal
tenaga kerja yang dikirim PT.
Rajana Falam Putri yang
beralamatkan di Jl H. Saidi 46
Tanjung Barat Jakarta Selatan, mengalami penyiksaan hingga
mulutnya digunting. Situasi ini, Anis menambahkan,
menunjukkan pembiaran
terhadap berbagai kekerasan
dan pelanggaran hak asasi
manusia terhadap pekerja rumah
tangga migran. Pemerintah, kata dia, tampaknya tak menganggap
persoalan serius sehingga
seharusnya tidak lagi ada korban
yang berjatuhan. Sayangnya, kata Anis, Saudi dan
Indonesia, seia sekata menolak
konvensi Organisasi Perburuhan
Internasional (ILO) tentang
perlindungan pekerja rumah
tangga yang dikemukakan dalam Konferensi Perburuhan
Internasional di Jenewa pada Juni
2010. “Untuk itu, kami menegaskan
bahwa kasus Sumiati dan Kikim
Komalasari
merupakan kejahatan
kemanusiaan yang pelakunya
tidak tunggal,” kata Anis. Kami di sini adalah Migrant CARE, ATKI,
IMWU, SBMI, JRMK, JALA PRT, FSPI
Reformasi, FPTSK, Kapal
Perempuan, E-Net for Justice,
Sekolah Perempuan Ciliwung,
SARI, dan INFID. Menurut mereka, pemerintah
Indonesia dinilai menjadi pihak
yang bertanggung jawab
terhadap berulangnya kejahatan
kemanusiaan terhadap pekerja
migrant Indonesia di Saudi. Kerajaan Arab Saudi mengaku
sedih atas kasus penyiksaan
yang menimpa Sumiati binti Salan
Mustapa di Arab Saudi.
“Kegembiraan mereka adalah
kegembiraan kami, kesedihan mereka juga kesedihan kami,”
kata Duta Besar Kerajaan Arab
Saudi untuk Indonesia,
Abdurrahman Mohammed Amen
al-Khayyath, di kediamannya
kemarin. Penyiksaan yang dialami Sumiati,
kata Abdurrahman, merupakan
kekejaman yang tak bisa
diterima. “Perbuatan ini
bertentangan dengan ajaran
Islam dan hukum dunia,” ujarnya. Dia menambahkan, Khalid Saleh
al-Akhmin, majikan korban, yang
diduga menyiksa

About admin

orang biasa berusaha jd tetap biasa..ketenangan jiwa akan selalu ada asal selalu bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s