miyabi “Sesungguhnya orang-orang fasik adalah penduduk neraka.” Dikatakan, “Ya Rasulullah, siapakah mereka?” Rasul bersabda, “Para wanita.” Seorang laki-laki bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah mereka itu
ibu-ibu, saudari-saudari dan istri-
istri kita?” Rasul menjawab, “Benar, tetapi mereka itu, jika diberi, tidak bersyukur; jika diuji,
tidak bersabar.”
(HR Ahmad dan al-Hakim). Makna Hadis Hadis ini menyebutkan wanita
penghuni neraka di antaranya
adalah yang memiliki dua sifat
tercela :
* tidak bersyukur (berterima
kasih) kepada suaminya; * jika diuji dengan suatu ujian, ia
tidak bersabar. Hadis ini juga diperkuat oleh
sabda Rasul yang lain. Abdullah
bin Amru meriwayatkan bahwa
Rasul pernah bersabda: َال ُرُظْنَي ُهللا ىَلِإ ٍةَأَرْما َال ُرُكْشَت اَهِجْوَزِل َىِهَو َال ىِنْغَتْسَت ُهْنَع “Allah tidak akan memandang
seorang wanita yang tidak
berterima kasih kepada suaminya
dan tidak (berusaha)
mencukupkan diri dari
(pemberian) suaminya.” (HR an- Nasai, al-Hakim, ath-Thabrani dan
al-Bazzar). Syaikh Muhammad bin Ishaq al-
Kalabadzi di dalam kitab Bahr al-
Fawâ’ id/Ma’ âni al-Akhyâr menjelaskan, “Siapa yang tidak bersyukur (berterima kasih)
terhadap pemberian, ia tidak
akan bisa bersabar saat
mendapat ujian.” Syukur bisa timbul jika ada rasa qana’ ah (merasa cukup) atas pemberian
meski sedikit jumlahnya; juga
menghargai pemberian meski
tidak seberapa harganya,
karena di dalamnya terkandung
nilai maknawi yang besar, yaitu ketaatan suami atas kewajiban
nafkah dan rasa cintanya
kepada istri dan keluarganya.” Berikut sekelumit teladan dari
Umahatul Mukminin dan penghulu
wanita surga Fathimah binti
Rasulullah saw. Ummul Mukminin Aisyah ra.
menceritakan, “Pernah datang kepada kami satu bulan penuh saat kami tidak
pernah menyalakan api (tidak
pernah memasak), (makanan
kami) tidak lain adalah kurma
kering dan air, kecuali kami
dibawakan daging.” (HR al- Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi). Beliau juga bercerita, “Tidaklah keluarga Muhammad makan dua
kali dalam sehari kecuali salah
satunya adalah kurma kering.” Nabi saw. pernah bersabda,
“Belum pernah lewat satu sore dimana keluarga Muhammad
memiliki satu sha’ kurma kering atau satu sha’ biji-bijian.” (HR al- Bukhari, at-Tirmidzi dan an-
Nasai). Begitulah makanan yang
dinikmati ibunda kita, para istri
Rasul saw. Namun, mereka adalah
para wanita yang senantiasa
dipenuhi rasa syukur, rasa
berterima kasih dan kesabaran serta jauh dari keluh-kesah. Dalam hal pakaian, Rasul saw.
pernah berpesan kepada Bunda
Aisyah ra., “Jika engkau senang bersamaku (di surga) maka
cukuplah bagimu bagian dari
dunia seperti bekal seorang
pengendara unta (orang
bepergian), jauhilah bergaul erat
dengan orang kaya (khawatir dirasuki sifat tamak), dan jangan
engkau meminta ganti pakaianmu
hingga engkau
menambalnya.” (HR at-Tirmidzi dan al-Hakim). Urwah menceritakan bahwa
Aisyah ra. tidak mengganti
pakaiannya dengan yang baru
hingga ia menambal pakaiannya.
Namun, ketakwaan,
kedermawanan, kesalihan dan keilmuannya menjadikannya
selalu jelita di mata Allah, Rasul
saw. dan seluruh manusia.
Subhanallah.. Imam Ali kw. pernah bercerita
kepada Ibn A’ buda tentang Fathimah, anggota keluarga yang
paling Rasul cintai: Ia memutar penggilingan hingga
berbekas tangannya, memanggul
timba hingga membekas di
pundaknya, dan membersihkan
rumah hingga pakaiannya penuh
debu. Lalu datang pembantu kepada Rasul saw. Kamudian aku
berkata, “Seandainya engkau datang kepada ayahmu dan
meminta seorang pembantu.” Lalu ia mendatangi Rasul, tetapi
banyak orang bersama beliau. Ia
datang lagi besoknya. Rasul
bertanya, “Apa keperluanmu?” Fathimah diam saja. Lalu Ali kw.
berkata, “Aku ceritakan kepadamu, ya Rasulullah. Ia
memutar penggilingan hingga
berbekas tangannya, memanggul
timba hingga berbekas
pundaknya. Lalu ketika datang
pembantu kepadamu, aku menyuruhnya mendatangimu
agar meminta pembantu yang
bisa menghilangkan
kesusahannya itu.” Rasul bersabda, “Bertakwalah kepada Allah, Fathimah, tunaikan
kewajiban Tuhanmu dan kerjakan
pekerjaan (mengurus)
keluargamu. Jika engkau
menghampiri peraduanmu,
bertasbihlah 33 kali, bacalah hamdalah 33 kali, lalu takbir 34
kali, dan itu genap 100 kali. Itu
lebih baik bagimu daripada
seorang pembantu.” Fathimah pun berkata, “Aku ridha dengan pemberian dari
Allah dan Rasulnya.” (HR Abu Dawud).

About admin

orang biasa berusaha jd tetap biasa..ketenangan jiwa akan selalu ada asal selalu bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s