cantik tp bodohAkhir-akhir ini ada yang menggelitik hatiku tentang cantik . Ada seorang teman yang bertanya, “bahagiakah menjadi cantik?” . Semua orang pasti berpikir jika memiliki wajah yang cantik dan menarik itu sangatmenyenangkan, dan kalian tentunya juga berpikir demikian, tapi kenyataanya tidak demikian. Bahkan ribuan orang di dunia berlomba-lomba ingin sekali menjadi cantik. Taukah kawan, kalau menjadi cantik itu tak selalu menguntungkan. Bahaya selalu saja mengincar . Memang sih kecantikan itu relatif. Tergantung dari siapa yang menilai. Bukankah wajar bila kemudian muncul pertanyaan siapakah yang berhak mendapat predikat cantik di masyarakat. Cantik itu sebuah anugerah atau kutukan? Mungkin banyak yang bilang kalau cantik itu adalah sebuah anugerah dari Tuhan dan kita harus mensyukurinya tentunya. Tapi bagaimana jika dengan menjadi cantik hidupnya jadi tidak tenang karena bahaya selalu saja mengincarnya. Dimana letak kebanggaan menjadi cantik? Anugerah kecantikan bagi perempuan itu bisa berubah maknanya tatkala perempuan cantik harus menemui kemalangannya karena dia menjadi cantik. Banyak sekali perempuan cantik yang menjadi komoditas kaum laki-laki hidung belang. Perempuan cantik itu selalu diukur dari sudut seksualitasnya, tentu saja yang menilai adalah kaum laki-laki (Maaf bagi yang laki-laki jangan tersinggung ya..). Dan yang lebih menyedihkan lagi, perempuan cantik itu sudah termakan mitos puluhan tahun bahwa kalau yang cantik itu pasti bodoh. Padahal anggapan itu sama sekali tidak benar. Seorang psikologi dari Brandies University, Leslie Zebrowitz dalam
bukunya yang berjudul “Smartest Side of an Earth Angels” menuturkan tentang kemunculan para bidadari bumi atau wanita yang secantik bidadari tapi juga pintar dan berkepribadian mengesankan. Dia juga menunjukkan daftar panjang para ilmuwan, eksekutif dan intelektual perempuan dari segala bidang. Ini telah mematahkan mitos bahwa wanita cantik itu bodoh, atau wanita cerdas itu biasanya tidak cantik. Sebenarnya kecantikan yang paling hakiki itu hanya terletak pada hati dan akhlak kita. Dan menjadi perempuan seharusnya tidak hanya memiliki kecantikan yang bersifat duniawi saja. Karena sesuatu yang bersifat duniawi pasti ada batasannya. Semuanya tidak ada yang abadi. Maka menjadi cantik itu tidak hanya diimbangi oleh bentuk represi seksual saja, tapi juga harus diimbangi kecerdasan emosional dan intelektualnya. Banyak dari perempuan yang masih terjajah oleh kecantikan. Ada juga perempuan cantik yang mencintai diri sendiri terlalu berlebihan (narsisis), ini bisa dimanfaatkan oleh kepentingan kapitalis laki-laki. Padahal sudah seharusnya para perempuan keluar dari penjajahan kecantikan. Perempuan harus menjadikan apa yang ada pada dirinya, baik tubuh maupun pikirannya sebagai sumber kebanggaan, sehingga tidak ada lagi rasa minder bagi perempuan yang merasa dirinya tidak cantik.

About admin

orang biasa berusaha jd tetap biasa..ketenangan jiwa akan selalu ada asal selalu bersyukur.

2 responses »

  1. adHe gusti mengatakan:

    cantik itu relatif, bodoh itu sikap.
    menurutku begitu. bahkan kita bisa mengubah sikap bodoh menjadi pintar. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s