Sedikit tata cara Thoriqoh Qodiriyah Wan- Naqsyabandiyah

Aslinya di-upload oleh ahmadrock

Bagi orang yang memasuki dan mengambil thariqah Qodiriah
wan Naqsyabandiyah ini, maka dia harus melaksanakan kaifiah atau tata
cara sebagai berikut; 1. Datang kepada guru mursyid untuk memohon izin
memasuki thariqahnya dan menjadi muridnya. Hal ini dilakukan sampai
memperoleh izinnya. 2. Mandi taubat yang dilanjutkan dengan shalat
taubah dan shalat hajat. 3. Membaca istighfar 100 kali. 4. Shalat
istikharah, yang bisa dilakukan sekali atau lebih sesuai dengan
petunjuk sang Mursyid. 5. Tidur miring kanan dan menghadap kiblat
sambil membaca shalawat Nabi Saw sampai tertidur. Setelah lima hal
tersebut dilakukan, selanjutnya adalah; Pelaksanaan Talqin Dzikir/Bai’
at dengan cara kurang lebihnya seperti tersebut di atas. Melakukan
puasa dzir-ruh (puasa sambil menghindari memakan makanan yang berasal
dari yang bernyawa) selama 41 hari. Baru setelah itu, dia tercatat
sebagai murid thariqah qodiriyah wan naqsyabandiyah. Adapun setelah
menjadi murid thariqah ini, dia berkewajiban mengamalkan wirid-wirid
sebagai berikut; a. Diawali dengan membaca: ىهلا تنا ىدوصقم كاضرو
ىبولطم , كتبحمىنطعا كتفرعمو الو لوح الو ةوق الا هللاب ىلعلا ميظعلا 3 ×
b. Hadrah Al-Fatihah kepada Ahli silisilah Thariqah Qodiriah wan
Naqsyabandiyah. c. Membaca Al-Ikhlas 3 kali,Al- Falaq 1kali, dan
An-Nas 1 kali. d. Membaca shalawat umm 3 kali. مهللا لص ىلع انديس دمحم
ىبنلا ىمالا ىلعو هلا هبحصو ملسو e. Membaca istighfar 3 kali. رفغتسا
هللا روفغلا ميحرلا f. Rabithah kepada guru mursyid sambil membaca:
هلاال الا هللا يح قاب , ال هلا الا هللا يح دوجوم , ال هلا الا هللا يح
دوبعم g. Membaca dzikir nafi itsbat (ال هلا الا هللا ) ) enam puluh
lima kali. kemudian dilanjutkan dengan; h. Membaca lagi: ىهلا تنا
ىدوصقم كاضرو ىبولطم , كتبحمىنطعا كتفرعمو الو لوح الو ةوق الا هللاب
ىلعلا ميظعلا 3 × i. Menenangkan dan mengkonsentrasikan
hati ,kemudian kedua bibir dirapatkan sambil lidah ditekan dan gigi
direkatkan seperti orang mati, dan merasa bahwa inilah nafas
terakhirnya sambil mengingat alam kubur dan kiamat dengan segala
kerepotannya. j. Kemudian dengan hatinya mewiridkan dzikir ismudz-dzat
( (هللا seribu kali Keterangan: – Semua wirid tersebut dilaksanakan
setiap kali setelah shalat maktubah. – Untuk dzikir ismudz- dzat,
kalau sudah bisa istiqomah setelah shalat maktubah maka ditingkatkan
dengan di tambah qiyamul lail dan setelah shalat dhuha. – Untuk dzikir
ismudz-dzat boleh dilakukan sekali dengan cara di ropel 5000 x (bagi
yang masih ba’ da maktubah) aau 7000 X (bagi yang sudah di tingkatkan)
– Sikap duduk waktu melaksanakan wirid tersebut tidak ada keharusan
tertentu. Jadi bisa dengan cara tawarruk,iftirasy atau bersila. –
Bacaan aurad tersebut adalah bagi para mubtadi’ atau pemula. – Ajaran
aurad dan pelaksanaan amalan dzikir lainnya yang ada dalam thariqah
qodiriah wan Naqsyabandiyah ini secara lebih detail dan terperinci,
dapat diketahui apabila seseoang telah masuk menjadi anggotanya dan
meningkat ajarannya. Keterangan: -Informasi mengenai kaifiyah dan
amalan dalam thariqah qodiriyah wan naqsyabandiyah ini diperoleh dari
KH.Abdul Wahab Mahfudhi, seorang mursyid thariqah Qodiriyah wan
Naqsyabandiyah yang juga pengasuh pondok pesantren “ Asy-Syarifah” ,
Brumbung, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. -Untuk kegiatan tawajuhhan di
tempat KH.Abdul Wahab Mahfudhi diadakan setiap hari selasa untuk
putri/ibu-ibu, dan setiap hari Rabu untuk putra/bapak- bapak, mulai
jam 08.00-12.00 wib. -Untuk pelaksanaan bai’ at, bisa dilakukan setiap
saat. Adapun sanad kemursyidan KH.Abdul Wahhab Mahfudhi adalah sebagai
berikut: KH.Abdul Wahhab Mahfudhi dari Syaikh Ihsan dari Syaikh
Muhammad Ibrahim dari Syaikh Abdul Karim Banten dari Syaikh Ahmad
Khotib Sambas dari Syaikh
Syamsudin dari Syaikh Muhammad Murodi dari Syaikh Abdul Fath dari
Syaikh Utsman dari Syaikh Abdurrahim dari Syaikh Abu Bakar dari
SyaikhYahya dari Syaikh Hisamudin dari Syaikh Waliuddin dari Syaikh
Nurrudin dari Syaikh Sarofudin dari Syaikh Samsudin dari Syaikh
Muhammad Al-Hatak dari Syaikh Abdul Aziz dari Sulthonul Auliya’
Sayyidisy Syaikh Abdul Qodir Al-Jilaniy dari Syaikh Abi Sa’ id
Al-Mubarak bin Mahzumi dari Syaikh Abul Hasan Ali Al- Makari dari
Syaikh Abu Farh At- Thurtusiy dari Syaikh Abdul Wahid At-Taimi dari
Syaikh Siir As-Saqthi dari SyaikhAbu Bakar As-Syibli dari Syaikh
Sayyidi Thoifah Ash- Shufiyah Abul Qasim Al-Junaid Al-Baghdadi dari
Syaikh Ma’ ruf Al-Kurkhi dari Syaikh Abu Hasan Ali Ar-Ridlo bin Musa
Ar- Rofi dari Syaikh Musa Al-Kadhim dari Syaikh Sayyidina Al-Imam Ja’
far Ash-Shadiq dari sayyidina Muhammad Al-Baqir dari sayyidina Al-Imam
Ali Zainal Abidin dari sayyidina Asy-Syahid Husein bin Sayyidatina
Fatimah Az- Zahro’ dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib dari Sayyidil
Mursalin wa Habibi Rabbil-‘ Alamin wa Rasulillah ila Kaffatil-
Khola-iq Ajma’ in Muhammad Saw dari sayyidina Jibril AS dari
Rabbul-Arbab wa Mu’ tiqur Riqab Allah Swt.

About admin

orang biasa berusaha jd tetap biasa..ketenangan jiwa akan selalu ada asal selalu bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s