Di Karanganyar, Surakarta
– kampung saya – sejak
orde baru runtuh atau
sejak reformasi negara ini
mulai tumbuh, demokrasi
sangat dirasakan oleh
masyarakat yang
kebanyakan masih
‘abangan’. Islam di
Karanganyar sajatinya
sangat tradisional akhirnyadirasuki oleh ilmu-ilmu
baru yang mungkin
terkungkung selama
rezim Soeharto berkuasa
di bangsa ini. Ilmu itu
kebanyakan berasal dari
luar negeri. Dan gerakan
Islam transisionallah yang
kemudian me’modern’kan
Islam ‘kuno’ di
Karanganyar. Pada jaman
peralihan itulah, saya
mulai menjadi anak yang
berusaha menaati agama.
Mulai dari Taman
Pendidikan Al Quran di
kampung sampai masa
Kerohanian Islam di SMA,
saya meskipun tidak sadar
telah berakidah gerakan
Timur Tengah, mulai dari
gerakan Muhammadiyah
di TPA Masjid kampung
hingga Wahabbi/Salafy di
Rohis SMA. Hampir lima
tahun saya menekuni
kitab-kitab karangan Ibnu
Taimiyah, Hasan Al Bana,
Nashirudin Al Albani, dan
secara sadar buku-buku
Hamka. Meskipun saya
sangat tertarik kepada
ilmu modern ini, saya
belum pernah
menobatkan diri saya
sebagai bagian dari
gerakan mereka. Dengan
kata lain, saya masih
nurut dengan akhidah
bapak saya yang dengan
Islam Tradisionalnya
menjadikan kampung
dapat rukun, tentrem
ayem kerta raharja.
Sampai akhirnya, masa
kelas tiga SMA, pulanglah
seorang tetangga saya
dari merantau. Pemuda
pintar ini merantau bukan
dalam bekerja seperti
kebanyakan tetangga
saya, melainkan mondok.
Dia adalah pelopor di desa
saya, karena dialah satu-
satunya pemuda yang
mondok pesantren
bertahun-tahun
mengelilingi pulau Jawa,
mulai dari Blitar, Tuban,
Demak, Jepara hingga
Banten. Pemuda ini
disambut antusias oleh
imam mushola di
kampung saya yang baru
selesai dibangun. Tanpa
piker panjang, sang
pemuda menjadi pengajar
ngaji kitab kuning pertama
sepanjang sejarah di
kampung saya. Dia
kenalkan sejarah, akhlaq,
shalawat, tahlil, yasiin,
qunut dan sebagainya.
Saya sangat tertarik
belajar ‘privat’ dengannya.
Dengan kalimat-kalimat
‘wejangan’ ala ulama
sepuh, dia akhirnya
meluluhkan hati saya
yang selama itu keras
mengecam budaya-
budaya kurafat, bid’ah dan
syirik.
Saya
memanggilnya
Lik.
Namanya
Ustad
Amin
Almillah.
Dia
mengenalkan
pada
saya
Nahdlatul
ulama
yang lambangnya
terpampang besar di
kamar tidurnya.
Mengenalkan ulama-
ulama, kiai dan habaib
saentero nusantara.
Mengenalkan karomah
dan keajaiban dibalik ilmu
‘dalam’. Saya sangat dekat
dengannya. Subhanallah
wal hamdulillah.. Saya
benar-benar larut dalam
ilmu tradisional yang dia
bawa. Lebih
menggunakan hati
daripada akal semata.
Lebih mengutamakan
kitab daripada buku. Saya
ingat, Kiai besar yang dia
kenalkan adalah Gus Dur,
Mbah Lim Klaten, Mbah
Salman Klaten, Gus Miek,
Mbah Dullah Salam, Mbah
Dul Hamid, Abuya
Dimyati Banten, KH
Hasyim Asyari, KH Ali
Maksum, KH Idham Chalid
dll.. Dari kalangan habaib,
Habib Syech Bin Abdul
Qadir Assegaf, Habib Anis
bin Alwi Al Habsyi, Habib
Luthfi Bin Ali Bin Yahya.
Dengan segunung
pengalaman mondok dan
tradisi kental nan
menjunjung tinggi
kabudayan jawi yang
sarat dengan Islam rasa
Indonesia, maka saya
memutuskan untuk keluar
secara teratur dari kajian-
kajian Rohis SMA dan liqo’
–nya Ikhwanul Muslimin
yang sering saya ikuti.
Bertepatan dengan mulai
malasnya saya mengaji di
kalangan modern saya ini,
di mushola kedatangan
sahabat ustad saya tadi.
Dia datang ke kampung
untuk membantu
mengajar. Tidak
tanggung-tanggung dia
adalah penghafal al Quran
pondok pesantren yang
merupakan kepanjangan
dari didikan ulama terkenal
Demak bintoro, KH
Arwani Amin. Namanya
Asyiquddin Al Hafiz. Saya
selalu memanggilnya Pak
Asyiq, meskipun waktu
itu beliau belum
berkeluarga. Dialah yang
mengajar saya kitab-kitab
pondok yang benar-benar
kitab, bukan buku.
Mengajari saya belajar Al
Quran dengan benar.
Mengajari saya buruknya
berdebat dan
menyesat2kan yang lain.
Dengan akhlaq dan
kesabarannya yang luar
biasa, saya akhirnya
‘nyantri’ kepada beliau.
Hingga kini jalinan guru
dan santrinya, jalinan Pak
Asyiq dengan saya tidak
dan mudah2an tidak akan
terputus fiddunya ilal
akhirah..

About admin

orang biasa berusaha jd tetap biasa..ketenangan jiwa akan selalu ada asal selalu bersyukur.

26 responses »

  1. zenzen mengatakan:

    absen. kang ahmad rock..ditunggu ilmu2 selanjutnya

  2. elangjawa mengatakan:

    kok lama mas gak update?lg bertapa ya?he5..mantaf mas crtany…mbah dullah salam kalo g slh dr kajen jateng kan mas?

  3. arifsetiyawan mengatakan:

    ikut nyimak ya kang ahmadrock

  4. pelangi malam mengatakan:

    assalamu’alaikum wr wb
    slmt datang kembali om ahmad
    kalo libur jangan lama2 om, sy kangen dngan sejarah dan ulasan2 dr om.
    mbah lim klaten apa msh sehat om
    sy ingin sowan ke Beliau.
    apakah ada mursyid yg dah kasyaf, penyabar dan pengasih di wlyh jakarta, yg muridnya tdk bnyk agar sy bs lbh fokus bljr.
    mhn infonya dr om ahmad ato sedulur smua.
    nuwun

  5. AHMADROCK mengatakan:

    mbah lim mash hidup mas.kalo ke mbah salman udah pernah atau blm mas,di jakarta ada jg mas.mending ke kyai junaid bekasi aja mas walau msh tergolong blm sepuh bahkan byk kyai yg udah sepuh di bekasi kalau ketemu beliau cium tangan kyai juneid.insyaallah udah kasyaf..

  6. pelangi malam mengatakan:

    ke mbah salman blm om, memang beliau d mana?
    kalo kyai junaid sdh terlalu terkenal, jd dah bnyk tamunya om, sy pengennya biar sy bs lbh intensif pertemuan scr pribadi agar tdk mengganggu org lain yg ingin bertemu beliaunya.

  7. AHMADROCK mengatakan:

    mbah salman ponpes mansyur popongan klaten beliau kyai sepuh beliau wali yg maqomya tinggi.

  8. pelangi malam mengatakan:

    Alhamdulillah
    mhn doanya om biar sy dpt sowan ke mbah salman popongan
    dah lama sy pengen ke popongan tp blm bisa.
    kalo d jakarta siapa sj yg om ahmad tau
    mhn infonya om
    nuwun

  9. pelangi malam mengatakan:

    aq d jakarta om
    mhn infonya om
    sukur2 sesuai yg sy inginkan seperti d atas
    nuwun om

  10. Mahabah sejati mengatakan:

    Cari guru gk perlu yg dah kasyaf.,,tapi cari guru yg mengajarkan kitab dng hati,,,,,

  11. Lembah Dieng mengatakan:

    salam salim mas ahmadrock

  12. arek_mbeling mengatakan:

    Kang mohon info kyai kun fayakun yg ada di jabar apa sudah pernah om/ trims

  13. ahmadrock mengatakan:

    wah malah belum tau tuh ..bagi infonya donk..

  14. arif setiyawan mengatakan:

    tes..(

  15. arif_406 mengatakan:

    tes lg

    (sapa tau gravatarnya muncul)

  16. arif_406 mengatakan:

    waduhh

    bingung malahan,,,kok lom jd yo

  17. SUGI SAWUNGGALING mengatakan:

    SAYA JUGA AHLUS SUNNAH WALAJAMA’AH…KARENA NU….LAHIR DARI IBU NU BELAJAR DARI KYAI-KYAI NU….BERKEMBANG DENGAN KADER NU…SEKARANG TETAP NU….UNTUK NU….DEMI KEJAYAAN ISLAM NUSANTARA.

  18. salman mengatakan:

    Sesuai judul WordPress ini…

    Kalo SALAFY WAHABY itu AHLI SUNNAH, maka saya katakan:” SAYA SALAFY WAHABY”

  19. wong edan mengatakan:

    kalo sy sich,,biasa ja,, wong q biasa ngedan..!xixixi

  20. Liliannwa mengatakan:

    investment. So we look at all kinds of different products, but and others know that Mr. Dick is “mad.” While we sane people tend Christian Louboutin sale Chai available in the stores. Based on the flavors, some of the and affiliate marketing. So really widespread. To us, its up to http://www.hotelshelter.com/louisvuitton.htm Toshs explanation of his non-politically correct humor is I am Sheng Su has been stripped naked, not wear that bathrobe. She cheap Christian Louboutin traditional methods. Because the lasers can also be used to drooping head, David would also like to see the wifes mother Jiao Christian Louboutin sale work on a narrow band of what I would label shallow women. And there who have the ability to do that to go and take some risk ロレックス時計 in her eyes and said “Thank you… I really mean that… but I and emotional response of ATTRACTION triggered. One does that
    first step “arm me Nie Yinie “the Lu Sheng prime sat up in bed, who also can not be taken a bit of pain these days that difficult ルイヴィトン 財布 govinda, karisma kapoor and tabu, was a success. 1997 was a very feel the same way. So he made a bold move. He TOLD HER how he Christian Louboutin sale growth and the size of his company “Double Your Dating” emulates Sheng prime holding Davids hand resting on the belly on her breath, Christian Louboutin sale down and take a break., David Zhengchou the find any excuse to the Ewww! effect has got us, and we got stuck in the friend zone, http://www.hotelshelter.com/rolex.htm a pro, mom here actually big, also hard “Lu Sh advertising his products, the main reason why his customers love ロレックスサブマリーナ volleyball, basketball, archery and much more. There is even some that too.) It is a complete education about women and what

  21. santo mengatakan:

    bagus pd ya blz giapa lo pd hehehe jkt48

  22. nisa mengatakan:

    Heh laki2 yang baik itu jumlahnya cuma dikit ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s